Arsip untuk Kategori 'my life'

Bagaimana caranya mengganti waktu?

orang bilang waktu yang telah bergulir tak akan pernah bisa kembali. err… kalau kembali sih nggak mungkin memang tapi kalau diganti?. kalau menurutku sih yang nggak bisa diganti itu apa yang kita lewati saat kita melewatkan waktu. lebih tepatnya sih momennya.

di kampusku polman astra, diterapkan suatu peraturan yang mengharuskan siswanya (mahasiswa) untuk menghadiri kuliah 100%. mungkin akan timbul pertanyaan gimana kalo sakit?. gimana kalo ada urusan yang sangat penting?.

yap… tentu saja kita diperbolehkan untuk tidak menghadiri kelas apabila dalam keadaan yang mendesak. lah terus bagaimana dengan peraturan kehadiran 100%?. agar peraturan itu bisa tetap dijalankan maka di polman diberlakukan jam minus.

apa sih jam minus itu?.penjelasannya gimana yah???… intinya sih jam denda akibat ketidakhadiran yang harus diganti. artinya kita harus mengganti waktu yang kita tinggalkan.

adil kan?!. hehe sebenernya sih emang adil. tapi kadang-kadang nggak ngenakin juga. misalnya hari ini aku baru selesai membayar minus yang kalau ditotal nyampe 150 jam lebih. oh iya, per hari di polman di hitung 8 jam. kebayang kan berapa hari…..

yah kilahnya sih biar bisa lebih disiplin aja katanya…..

yah semangat aja deh….

nb. sakit dan ijin dihitung 8 jam perhari.

alfa 16 jam perhari :(

empty fuel

jalan yang akan kulalui masih panjang. ya aku bahkan belum bisa melihat apa-apa di depanku. aku sama sekali belum tahu dimana aku akan berhenti. hmmm…. fuel indicator hampir menunjuk strip E. ahhhh… aku harus cepat menemukan tempat singgah dengan bahan bakar yang tersisa ini. aku ingin beristirahat dan mengisi bahan bakar agar aku dapat berjalan lebih tenang.

ahhhhh…. tak kulihat apapun di depan sana. apakah aku harus terhenti di sini. apakah hanya sampai sini?. tidak, aku tidak mau (masih belum mau) terhenti di sini, sepi, dan sendiri.

tidak!

sepi (lagi)

hidup memang nggak pernah sesuai yang kita inginkan. aku jatuh cinta pertama kali saat aku masih smp kelas satu dan sialnya aku harus bersaing dengan sahabat terdekatku. orang yang waktu itu benar2x satu pikiran denganku, bahkan soal cewek. dan saat itu aku tak bersaing dengan temanku itu. tahu kenapa?
ada dua alasan:
1. aku tak ingin kehilangan sahabatku. ya, ini mungkin hanya sebuah alasan klise.
2. aku kurang percaya diri. ini adalah alasan utamaku. sampai saat ini pun aku kurang percaya diri untuk mengungkapkan perasaanku. tapi aku tetap senang aku masih punya banyak teman yang bisa membuatku melupakan hal ini.
tapi tetap saja ada saat dimana aku merasa sangat kesepian. di rumah sendiri nggak ada banyak orang buat berbagi. coba tersenyum, sulit juga ya! ah sudahlah. coba tersenyum (tertawa juga boleh biar disangka orang gila) sambil berteriak HIDUP JOMBLO!!