Perjalanan ke negeri diatas awan

Selesai mandi air panas yang membuat tubuh saya yang sudah besar ini tambah melar, kamipun melanjutkan perjalanan. Menunggu angkutan yang akan membawa kami ke dieng cukup membuat gelisah. Kenapa? Lama bro.

Angkutan pun didapat. Berupa bis 3/4 yang kondisinya masih sangat bagus. Berbeda dengan yang biasanya kami temui di jakarta. Yang menarik dari bis ini adalah adanya tangga disamping badan bis. Sejatinya sih dipake untuk menaruh barang ke atap bis. Tapi malah digunakan untuk memanjat bis lalu duduk di atasnya. Dan yang melakukan hal itu adalah anak sd yang baru pulang dari sekolah. Memang sih kalau jalan yang kami lalui jalan lurus datar mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Tapi ini adalah jalan pegunungan yang mirip di puncak. Ehm, apa nggak takut kelempar ya?

Setelah dibingungkan oleh dieng 1 dan dieng 2 kamipun sepakat untuk turun di dieng 1. Mencari masjid untuk solat jumat, ternyata sangat mudah ditemukan. Bangunan sendirian di tengah sawah. Hal yang menarik dari dieng adalah suhunya yang cukup dingin. Badan saya sudah menggigil padahal matahari masih tepat diatas kepala saya. Saat saya menyentuh air…… brrrrr… Dingin banget..

Bersambung ke part3

daftar judul dan pembimbing akademik

daftar judul dan pembimbing akademik

Notes:

  • cara baca adalah nama judul pembimbing
  • judul yang dituliskan bukanlah judul seutuhnya. hanya untuk mengingatkan judul yang sudah diterima
  • yang belum ada judul dan pembimbing harap menghubungi mas wowo

1. agam layout area xenia avanza door assy untuk suku cadangĀ  Nensi Yuselin
2. agung desain dan pembuatan trolley untukmobile welding Johanes Agung
3. alan perancangan measuring jig hook frame Johanes Agung
4. andhika modifikasi kereta transfer Suroto
5. Angela mengurangi reject shrinkage Ari surja
6. ari joko perancangan alat simulasi welding Nursim
7. Bhayu modifikasi sistem locating pada dies Budi Hartono
8. Danang pembuatan head recessing Budi Hartono
9. Daniel disain motor untuk setting side rail Johanes Agung
10. elizabeth optimalisasi penggunaan ohbeya secretary Ari Surja
11. fajar
12. fathurohman perancangan alat simulsi machining Lukman Agus
13. hilman modifikasi alat pada proses tightening dan coulking Budi hartono
14. fabian pengendalian kegiatan produksi pada area mold repair Ari Surja
15. indra modifikasi sistem penyaluran sealer adhesive Lukman Agus
16. kiki
17. jiwo menurunkan kerusakan yang terjadi pada npzzle mesin Johanes Agung
18. Nelson pembuatan raku-raku handy loading Yohanes trijoko wibowo
19. nicko perancangan alat potong untuk sheet metal Vuko AT
20. Nurhadi mengurangi cycle time penggantian holder Vuko AT
21. pito pembuatan rotary jig Budi hartono
22. putri modifikasi dies untuk penunjang Yohanes trijoko
23. rian
24. randi modifikasi mesin cutting compound Budi Hartono
25. ricky pembuatan pokayoke untuk penurunan reject Lukman Agus
26. rio analisa terjadinya titik spot yang lepas Ari surja
27. Topan
28. Tubagus penambahan mesin untuk mengurangi kiriko Yohanes trijoko
29. Yoga modifikasi konveyor sebagai sistem transfer Johanes agung
30. yulian memperbaiki sistem produksi untuk delivery part Lukman Agus
31. zulkarnain

Zona aman, salahkah?

Seberapa nyamankah zona yang kau huni saat ini?

Tidak lama lagi saya akan mengalami perpindahan zona dalam kehidupan saya. Beralih dari mahasiswa menjadi pekerja. Apakah saya siap? Sepertinya sih belum. Tapi perubahan itu pasti terjadi kan? Terlepas siap atau tidaknya saya.

Banyak orang bilang untuk keluar dari zona aman, biasanya yang disebut zona aman adalah status sebagai pegawai tetap sebuah perusahaan dengan penghasilan yang cukup dan karir yang terlihat mulus. Dan keluar dari zona aman diartikan sebagai pindah tempat kerja atau membuka usaha dengan berwiraswasta. Masalahnya, nggak akan butuh waktu lama untuk membuat zona tidak aman tadi menjadi zona aman yang membuat kita memiliki keinginan untuk keluar dari zona tersebut. Lalu kapan hidup kita akan stabil bila kita selalu berpindah-pindah zona seperti itu. Bukankah sifat dasar manusia cenderung mencari kepastian dalam menjalani hidup.

Sekarang timbul pertanyaan dalam diri saya. Apakah hidup dalam zona aman itu salah?

Senja dan masa lalu

[menerbitkan yang ada di draft]
Sore ini melihat cahaya senja yang cerah sekaligus temaram membuat lelah ini sedikit hilang. Senja menurutku memang memenangkan. Cahaya sang matahari yang pada siang hari menyilaukan menjadi temaram. Sehingga saya dapat menatapnya dengan jumawa seakan lupa pada kekuatannya saat siang.

Senja kali ini mungkin sama seperti senja lainnya, tapi menatapnya dalam bis yang melaju di jalan tol membuat sensasi yang saya rasakan menjadi berbeda. Warna jingga yang terpantul di aspal, dan kuningnya padi yang terhampar di pinggiran jalan, membuat saya mengingat kembali masa yang telah lama saya tinggalkan. Memori saat menjalani pendidikan di kota kecil di jawa tengah, sedikit demi sedikit terputar kembali dalam otak. Tentang sawah menguning yang terhampar luas, Tempat saya dan kawan-kawan berjalan di pematangnya. Tentang senja yang membuat saya harus lekas pulang dan segera beranjak ke musholla. Dalam ingatan saya yang sepertinya mulai memudar ini, tervisualisasikan keindahan sungai yang disebut kali wetan yang meliuk-liuk dan berwarna keemasan disirami cahaya senja. Ya, silahkan mencibir. Saya memang sedang melankolis saat ini. Terlebih masa kecil yang telah saya lewati tak mungkin saya ulangi. Jadi mencoba untuk mengingat masa lalu sambil menertawakan kebodohan kita tidak salah kan? don’t ever look back unless you can laugh<\i>

Satu, dua, tiga, , , , , 500

Dan kali ini pun, insomnia masih menjebakku. Jam dinding yang lebih cepat 15 menit dari waktu sebenarnya pun tak mampu memaksa mataku untuk terpejam. Padahal pagi ini pengen pulang ke serang. Mulai menghitung domba saja sepertinya

whenyoutrytolearnsomething

Its been 2 months since first time I toke OJT. What kind of experience Id got in this job? Well, this is a shame for me to tell you that I got OJT place in my campus while all of my friend get place on manufacture industry. For you that didnt know the situation maybe would get confused and ask me why? For someone that come from my major, there is stereotype that said someone who got place OJT in campus is only who fail on manufacture industry.

So it just about comment from other. Yes, it maybe su*k, but I have been dragged into this stereotype. And my mind have a conclusion that I fail.

cuman niat mau belajar nulis pake bahasa inggris doang nih

tag [learn]

Perjalanan ke negeri diatas awan part 1

Sebenarnya sudah lama saya ingin menuliskan hal ini. Tapi selalu terpentok dengan masalah mood yang berubah-ubah. Saya (tepatnya kami) melakukan perjalanan ini pada bulan agustus tahun 2009. Kami (saya, hadi dan nicko) merencanakan perjalanan ini sebulan sebelumnya. Dengan peserta awal sekitar 5 orang, lalu turun menjadi hanya 3 orang, kami tetap melakukan perjalanan ini. So, this is the journey.

Kami berangkat pada hari kamis bulan agustus di malam yang cukup cerah. Naik kereta api tujuan purwokerto yang dibeli saat keberangkatan, membuat kami tidak mendapatkan tempat duduk. Sempat ragu juga saat itu, tapi kalau gagal berarti perjalanan itu tidak akan pernah terlaksana. Akhirnya dengan semangat baja, kami memutuskan untuk tetap meneruskan perjalanan walaupun harus berdiri. The show must go on kan!. Karena tidak mendapatkan tiket duduk, kami terpaksa harus berdiri berjejalan di kereta api yang akan dinaiki sampai purwokerto itu. Total kami berdiri 7 jam tentu saja bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Lelah dan mengantuk karena perjalanan malam hari , semakin membuat hati gelisah dan tak nyaman. Di kereta itu kami mengambil tempat di dekat toilet karena tempat itu lumayan lega dibanding tempat yang lain. Tentunya banyak orang yang bernasib sama baiknya dengan kami, mereka menjadi teman untuk mengobrol dalam rangka membuang kejenuhan selama perjalanan. Hadi yang orang betawi diajak ngobrol oleh orang jawa dalam bahasa jawa, membuat dia hanya bisa mengangguk-angguk dan pura-pura tersenyum walaupun bingung (makanya belajar bahasa jawa di!). Setelah tujuh jam yang berasa seabad itu, keretapun tiba di purwokerto. Stasiun yang lengang, hawa dingin yang pastinya berbeda dari jakarta, dan sayup-sayup bunyi beradunya roda kereta dan relnya membuat suasana hati lebih tenang. Menikmati suasana pagi di purwokerto dengan semangkok mi rebus merupakan pilihan yang tidak akan disia-siakan. Purwokerto pagi itu hening dalam kabut dan hawa dingin yang menentramkan hati.

Perjalananpun dilanjutkan ke wonosobo menggunakan bis tiga perempat. Jalanan berkabut dengan kapal pandang hanya 10 meter ditambah jalan yang berliku-liku, tidak membuat bapak supir gentar untuk memacu bis dengan kecepatan yang waaah. Perjalanan ke wonosobo tidak sempat dinikmati karena kelelahan saat di kereta membuat saya tertidur pulas, entah dengan dua teman saya. Sampai di wonosobo jam 9, kami mencari tempat yang nyaman untuk sedikit melepas lelah. Taman kotapun menjadi tujuan. Sehabis berleha-leha sebentar. Perjalananpun dilanjutkan ke pemandian air panas. namanya saya lupa, tapi pemandian itu searah dengan dieng. Mandi air panas membuat semua rasa lelah yang ada di tubuh ini menghilang. Dan perjalanan kami lanjutkan.

Bersambung ke bagian dua.