Dikenang atau terkenang?

Ingin dikenang sebagai apakah kita setelah mati? Sebagai orang biasa yang dikenang oleh keluarga dan teman-temannya atau sebagai orang besar yang dikenang oleh semua orang?

Alkisah, saat alfred nobel sang penemu dinamit masih hidup dia membaca berita duka di sebuah surat kabar. Disitu tertulis “telah meninggal alfred nobel sang penemu dinamit yang dengan hasil penemuannya telah membuat nyawa orang melayang”. Nobel yang masih hidup membaca hal itu dengan sedih. Ternyata penemuannya yang sebenarnya bertujuan baik malah dikenang orang sebagai hal yang buruk.

Lalu apa yang dilakukan Nobel? Dia menyumbangkan uang yang didapatnya dari dinamit-dinamit itu untuk diberikan pada orang yang telah membawa dunia ke arah perdamaian. Sehingga dikenallah hadiah nobel.

Sebenarnya seberapa pentingkah pengakuan orang lain bagi kita? Apalagi bila kita sudah tidak bisa mendengarnya. Saya tidak bilang bahwa Nobel berniat mendapatkan pengakuan dari uang yang disumbangkannya. Mungkin dia memang ikhlas dalam melakukan hal itu. Memang, dikenang sebagai sesuatu yang buruk tentunya tidak menyenangkan, terlebih bagi keluarga yang kita tinggalkan. Sebenarnya apa sih tujuan dari tulisan ini? Wah, kalau ada yang bertanya seperti itu saya juga bingung. Bagi saya ini tentang keikhlasan. Tentang bagaimana kita melakukan sesuatu yang baik karena memang hal itu baik. Bukan karena hal lainnya. Kalau kita memang mendapat imbalan dari hal yang baik itu, ya syukuri saja lah. Kalau nggak dapet bagaimana? Ya biarin aja. Toh kita sudah dapat kepuasan dari mengerjakan hal baik itu.

So, ingin dikenang sebagai apakah kita setelah mati nanti?

1 Response to “Dikenang atau terkenang?”


  1. 1 elizabethlistya Januari 15, 2010 pukul 8:44 am

    ingin dikenang sebagai orang yang terkenang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: