Perjalanan ke negeri diatas awan part 1

Sebenarnya sudah lama saya ingin menuliskan hal ini. Tapi selalu terpentok dengan masalah mood yang berubah-ubah. Saya (tepatnya kami) melakukan perjalanan ini pada bulan agustus tahun 2009. Kami (saya, hadi dan nicko) merencanakan perjalanan ini sebulan sebelumnya. Dengan peserta awal sekitar 5 orang, lalu turun menjadi hanya 3 orang, kami tetap melakukan perjalanan ini. So, this is the journey.

Kami berangkat pada hari kamis bulan agustus di malam yang cukup cerah. Naik kereta api tujuan purwokerto yang dibeli saat keberangkatan, membuat kami tidak mendapatkan tempat duduk. Sempat ragu juga saat itu, tapi kalau gagal berarti perjalanan itu tidak akan pernah terlaksana. Akhirnya dengan semangat baja, kami memutuskan untuk tetap meneruskan perjalanan walaupun harus berdiri. The show must go on kan!. Karena tidak mendapatkan tiket duduk, kami terpaksa harus berdiri berjejalan di kereta api yang akan dinaiki sampai purwokerto itu. Total kami berdiri 7 jam tentu saja bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Lelah dan mengantuk karena perjalanan malam hari , semakin membuat hati gelisah dan tak nyaman. Di kereta itu kami mengambil tempat di dekat toilet karena tempat itu lumayan lega dibanding tempat yang lain. Tentunya banyak orang yang bernasib sama baiknya dengan kami, mereka menjadi teman untuk mengobrol dalam rangka membuang kejenuhan selama perjalanan. Hadi yang orang betawi diajak ngobrol oleh orang jawa dalam bahasa jawa, membuat dia hanya bisa mengangguk-angguk dan pura-pura tersenyum walaupun bingung (makanya belajar bahasa jawa di!). Setelah tujuh jam yang berasa seabad itu, keretapun tiba di purwokerto. Stasiun yang lengang, hawa dingin yang pastinya berbeda dari jakarta, dan sayup-sayup bunyi beradunya roda kereta dan relnya membuat suasana hati lebih tenang. Menikmati suasana pagi di purwokerto dengan semangkok mi rebus merupakan pilihan yang tidak akan disia-siakan. Purwokerto pagi itu hening dalam kabut dan hawa dingin yang menentramkan hati.

Perjalananpun dilanjutkan ke wonosobo menggunakan bis tiga perempat. Jalanan berkabut dengan kapal pandang hanya 10 meter ditambah jalan yang berliku-liku, tidak membuat bapak supir gentar untuk memacu bis dengan kecepatan yang waaah. Perjalanan ke wonosobo tidak sempat dinikmati karena kelelahan saat di kereta membuat saya tertidur pulas, entah dengan dua teman saya. Sampai di wonosobo jam 9, kami mencari tempat yang nyaman untuk sedikit melepas lelah. Taman kotapun menjadi tujuan. Sehabis berleha-leha sebentar. Perjalananpun dilanjutkan ke pemandian air panas. namanya saya lupa, tapi pemandian itu searah dengan dieng. Mandi air panas membuat semua rasa lelah yang ada di tubuh ini menghilang. Dan perjalanan kami lanjutkan.

Bersambung ke bagian dua.

0 Responses to “Perjalanan ke negeri diatas awan part 1”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: