Archive Page 2

Hujan…

Mendung menggelayuti langit hari ini. Seakan hendak memberi kesempatan bagi sang surya untuk beristirahat. Muramnya suasana entah kenapa malah membuat hati ini lebih tenang.

Ternyata hujan turun. Mengubah awan hitam menjadi putih. Atau malah membuat awan tersebut sirna? Udara yang dingin memang membuat hati ikut dingin. Rasa marah dan kesal sedikit mencair dibuatnya. Saya suka hujan, rintiknya yang menerpa wajah membuat saya merasa seperti dibelah oleh tuhan.

Dikenang atau terkenang?

Ingin dikenang sebagai apakah kita setelah mati? Sebagai orang biasa yang dikenang oleh keluarga dan teman-temannya atau sebagai orang besar yang dikenang oleh semua orang?

Alkisah, saat alfred nobel sang penemu dinamit masih hidup dia membaca berita duka di sebuah surat kabar. Disitu tertulis “telah meninggal alfred nobel sang penemu dinamit yang dengan hasil penemuannya telah membuat nyawa orang melayang”. Nobel yang masih hidup membaca hal itu dengan sedih. Ternyata penemuannya yang sebenarnya bertujuan baik malah dikenang orang sebagai hal yang buruk.

Lalu apa yang dilakukan Nobel? Dia menyumbangkan uang yang didapatnya dari dinamit-dinamit itu untuk diberikan pada orang yang telah membawa dunia ke arah perdamaian. Sehingga dikenallah hadiah nobel.

Sebenarnya seberapa pentingkah pengakuan orang lain bagi kita? Apalagi bila kita sudah tidak bisa mendengarnya. Saya tidak bilang bahwa Nobel berniat mendapatkan pengakuan dari uang yang disumbangkannya. Mungkin dia memang ikhlas dalam melakukan hal itu. Memang, dikenang sebagai sesuatu yang buruk tentunya tidak menyenangkan, terlebih bagi keluarga yang kita tinggalkan. Sebenarnya apa sih tujuan dari tulisan ini? Wah, kalau ada yang bertanya seperti itu saya juga bingung. Bagi saya ini tentang keikhlasan. Tentang bagaimana kita melakukan sesuatu yang baik karena memang hal itu baik. Bukan karena hal lainnya. Kalau kita memang mendapat imbalan dari hal yang baik itu, ya syukuri saja lah. Kalau nggak dapet bagaimana? Ya biarin aja. Toh kita sudah dapat kepuasan dari mengerjakan hal baik itu.

So, ingin dikenang sebagai apakah kita setelah mati nanti?

Tahun Baru, Harapan Baru

Sebentar lagi perpindahan tahun. Timbul pertanyaan dari diri saya. Siapkah saya menghadapi tahun 2010? Apa yang sudah saya lakukan selama tahun 2009?

Sejujurnya tahun 2009 ini saya tidak memiliki resolusi apapun. Saya menjalani tahun 2009 tanpa tujuan pasti. Yang menjadi keinginan hanyalah menjadi lebih baik, tapi dari apa?

Tahun 2009 saya awali dengan UAS semester ganjil tingkat 2. Dilihat dari hasilnya UAS itu adalah ujian terburuk dengan mendapat nilai c sebanyak 5 buah. Selanjutnya yang bisa jadi kenangan adalah ujian praktek pada semester genap. Yaitu membuat mold untuk penutup radiator. Yang membuatnya menjadi kenangan adalah prosesnya yang menurut saya gagal total. Pengerjaan edm saya mendapat nilai satu koma dan proses yang lain juga tidak mendapat hasil yang memuaskan. Walaupun nilai akhir saya tetap B. Saya terbantu oleh nilai praktik harian saya yang cukup bagus. Begitulah perjalanan tahun ini bagi saya yang ternyata tidak terlalu menggembirakan.

Lalu kira-kira apa yang saya akan hadapi pada tahun depan. Tahun 2010 adalah tahun terakhir saya sebagai mahasiswa politeknik manufaktur astra. Saya dituntut untuk membuat tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan selain praktek kerja industri.

Lalu apa harapan saya pada tahun 2010 ini. Saya berharap dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Mendapat nilai yang memuaskan saat prakerin. Satu lagi, saya ingin backpaking ke bali.

Semoga harapan saya ini tidak hanya berakhir sebagai harapan. Tapi juga dapat terwujud. Amin……..

Magang oh magang…

Hidup jarang (atau bahkan tak peroah berjalan sesuai yang kita inginkan). Sad but true huh.. . Lalu bagaimana kita harus menghadapinya?.

Saat ini mahasiswa polman tingkat akhir sedang dalam masa magang khususnya prodi (jurusan) P4, MI dan TPM. Setiap mahasiswa mendapatkan tempat magangnya masing-masing. Ada yang dianggap beruntung karena mendapatkan tempat magang yang established seperti daihatsu, toyota, denso dan perusahaan lain yang tergolong besar. Saya pun termasuk dalam orang yang sebenarnya menginginkan hal tersebut.

Dalam proses pencarian tempat magang, saya menjalani tes di beberapa tempat. Pertama saya menjalani tes di daihatsu. Psikotes dan wawancara hrd saya lewati dengan baik. Tapi akhirnya saya gagal pada tahapan interview user. Menyebalkan memang, tapi apa mau dikata. Lalu saya tes di toyota. Saya hanya mampu melewati psikotes dan gagal saat wawancara psikolog. Sepertinya nasib baik memang belum berpihak pada saya.

Setelah menjalani dua tes dan gagal, saya hanya bisa menunggu keputusan dari kampus mengenai penempatan magang. Dalam pikiran saya, ditempatkan dimanapun saya bersedia. Asal bisa mendapatkan perubahan suasana setelah dua tahun lebih saya kuliah di kampus ini. Its waiting time.

Setelah menunggu sekitar dua minggu dan diisi dengan menyiapkan presentasi QCC, pengumuman mengenai tempat magang pun keluar. Dan ternyata………. .
.
.
.
.
.
.
.
Saya ditempatkan di polman.
T_T
benar-benar tidak sesuai dengan harapan. Bukannya saya bermaksud mengecilkan polman. Tapi saya butuh perubahan suasana.

Yah, apa mau dikata. The show must go on. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya sebelum mencoba kan?!. Dan saya akan mencoba memberikan yang terbaik selama 6 bulam masa magang ini. Doakan!! Hhhh
*menghela nafas

Magang

Magang adalah mekanisme yang dilakukan sekolah dengan menempatkan siswanya di tempat yang mungkin akan menjadi tempat kerjanya nanti. Politeknik manufaktur astra seperti lazimnya politeknik lain juga terdapat mekanisme magang. Di jurusan saya P4 magang dilaksanakan pada semester 6.

Pada saat magang, mahasiswa diharuskan untuk membuat TA. TA ini akan disidangkan pada akhir semester untuk menentukan kelulusan. Yang menjadi isi dalam TA biasanya adalah improvement yang dilakukan mahasiswa saat magang di suatu industri. TA biasanya tak akan jauh dari spesifikasi industri dan latar belakang pendidikan peserta magang. Misal, anak P4 lebih condong menuliskan masalah perancangan mesin dibanding anak TPM .

Lalu bagaimana bila latar belakang peserta magang tidak sesuai dengan penempatannya dalam industri?. Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Life

(something in draft)
Seberapa pentingkah kejujuran?. Apa akibatnya bila kita terlalu terbiasa dengan kebohongan?.

Hari ini perasaanku benar-benar tak nyaman. Ada sesuatu yang mengganjal dan sepertinya tak mau lepas. Di pikiranku terlintas wajah-wajah yang sangat kukenal. Wajah-wajah itu adalah temanku. Entah apakah mereka masih menganggap aku teman.

Saat ini aku rasanya ingin mengakui semua kesalahanku dan mengakui bahwa tidak semuanya baik-baik saja. Aku ingin menceritakan semua kebenaran dari semua perkataanku. Tapi, rasanya kok berat ya?. Aku masih tak sanggup untuk mengakui bahwa aku adalah aku. Bukan si sempurna bukan pula si selalu benar.

Ya, aku mulai terbiasa dengan kebohongan yang aku lakukan selama ini. Kebohongan yang sebenarnya tidak membuatku tampak lebih baik. Lalu untuk apa aku melakukan semua kebohongan itu?. Entah, sepertinya untuk berbohong aku sudah tidak membutuhkan suatu alasan. Ya, aku sudah terbiasa dengan hal ini.

Lalu, dengan tulisan ini apa aku mencoba untuk menjadi jujur?. Aku sepenuhnya tidak tahu. Mungkin tulisan ini juga sebuah kebohongan lain. Mungkin sudah mulai sulit untuk memulai hal baru.

Silakan bilang aku pengecut. I won’t deny that

Liburan p4

Schedule: 11-12 desember.
Tujuan: ciater dan sekitarnya.
Budget: estimasi dengan asumsi yang ikut 20 orang maka biayanya kurang lebih 200rb ket:
*berangkat dari polman jam setengah 8.
*pake mobil yanto, pesot, pito.
*perlengkapan: jaket, senter, baju secukupnya (bakal renang). *bakal bikin film perpisahan p4.
*nginep d villa.
*konfirmasi kehadiran ke lonjonk.